Beri Aku Nasihat
Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat , “Saudaraku, beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya, sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras, bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua saudaraku dimana saja.
Sungguh
aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat, dan lebih aneh lagi
jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan
telinganya untuk mendengarkan orang lain. Dilihat dari struktur indera yang
kita miliki, seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang
ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan
dan masukan lebih banyak. Bukan sebaliknya, menutup telinga rapat-rapat
sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat , “Saudaraku, beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya, sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras, bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua saudaraku dimana saja.
Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Sudah jelas, jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. Sedangkan diciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. Tentu saja, karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar, filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati, mata da indera lainnya atau tidak.
Oleh karenanya, kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku, terus terang aku meminta, berlakulah adil kepada saudaramu ini. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan, agar aku mendapatkan suntikan energi, arah dan motivasi yang lebih segar. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr, bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. Artinya, jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini, adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. Tentu saja, ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. Wallahu a’lam bishshowaab
kita saling memberikan nasehat z ,,,
BalasHapusterima ksih ya sudah memberikan nasehat ..
koment blog ku juga ..
yaa bsok kau ta' kandani dek chil nek kauuuu khilaf...
BalasHapus